BERITA KEGIATAN
 

KONVENSI, PANEL DISKUSI & TURNAMEN GOLF BKE-PII 2015

I. LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Anggaran Dasar Persatuan Insinyur Indonesia untuk memilih Ketua BKE-PII melalui Konvensi Nasional Insinyur Elektro. Telah ditetapkan penyelanggaraan Konvensi Nasional Insinyur Elektro setiap tiga tahun sekali, untuk itu Badan Pengurus BKE – PII akan menyelenggarakan Konvensi dimaksud pada tanggal 10 September 2015.

II. TUJUAN

  1. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme para insinyur elektro yang tergabung dalam Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII) maupun yang berkarya di sektor ketenagalistrikan dan telematika melalui satu kebersamaan visi untuk membangun kebersamaan demi tercapainya sektor ketenagalistrikan dan telekomunikasi di Indonesia yang efisien, transparan dan tangguh sehingga mampu menjadi motor penggerak dan pendorong kemajuan dan pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan kemakmuran bangsa Indonesia.

    Posted by  Lebih lanjut   11-08-2015  20::


    WORKSHOP SERIES "KUALITAS DAYA LISTRIK"

    I. LATAR BELAKANG
    Kualitas daya listrik telah menjadi masalah besar di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya. Survei baru-baru ini di Indonesia telah menunjukkan bahwa ada potensi kehilangan sekitar US $ 1 Miliar per tahun karena masalah kualitas daya listrik. Meskipun potensi kerugian sangat besar, masih banyak kebingungan tentang konsep kualitas daya. PLN dan pelanggan memiliki perspektif berbeda tentang kualitas daya listrik. Pelanggan biasanya menyalahkan PLN untuk semua masalah kualitas daya listrik. PLN tidak ingin mengambil semua tanggung jawab gangguan listrik tersebut yang berada di luar kendalinya. Dalam rangka mengatasi permasalahan di atas, Asia Power Quality Initiative Chapter Indonesia (APQI-INA) dan Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII) memiliki inisiatif untuk mengadakan beberapa workshop kualitas daya listrik. Workshop ini sangat penting untuk Insinyur Indonesia karena kualitas daya listrik masih merupakan sesuatu yang baru bagi mereka. Selain itu, melalui workshop ini kita dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk menyelesaikan masalah kualitas daya listrik, memperkirakan tanggungjawab, dan bagaimana untuk menguranginya.

    Posted by  Lebih lanjut   18-11-2013  14:00:00


    WORKSHOP

    Perbaikan Kualitas Daya pada Sistem Tenaga Listrik untuk Meningkatkan Produktifitas

    I. LATAR BELAKANG

    Tersedianya tenaga listrik merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang perkembangan sektor industri nasional. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, permintaan akan tenaga listrik saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh PT PLN. Akibat dari keterbatasan suplai ini, berdampak pada kehandalan dan kualitas tenaga listrik yang diberikan ke konsumen.

    Sektor industri perlu mendapat pasokan tenaga lsitrik yang handal untuk menjaga kelangsungan produksi. Gangguan kualitas tenaga dapat mengakibatkan dampak finansial yang signifikan. Jenis gangguan yang mempengaruhi kehandalan dan kualitas tenaga listrik bermacam-macam, sehingga langkah penanganannya pun tidak sama. Selain itu durasi atau lamanya gangguan juga akan mempengaruhi pemilihan jenis alat untuk mengatasi gangguan tersebut.

    Gangguan kualitas daya secara umum dapat didefinisikan sebagai perubahan pada komponen daya listrik (tegangan, arus, ataupun frekuensi) yang menyebabkan penyimpangan karakteristik operasi peralatan listrik dari kinerja nominalnya. Penyimpangan ini dapat berakibat hingga terhentinya operasi peralatan atau mesin pengguna daya listrik. Sensitifitas dari tipe peralatan pengguna daya listrik akan menentukan tingkatan kualitas daya yang diperlukan untuk beroperasi secara normal.

    Diantara berbagai macam fenomena gangguan, yang paling banyak terjadi adalah kedip tegangan (Dip), yaitu turunnya tegangan tiba-tiba dalam waktu kurang dari 1 cycle hingga beberapa cycle. Hanya karena durasi gangguan beberapa ms tersebut dapat menyebabkan produksi berhenti.

    Berdasarkan penelitian Electric Power Research Institute (EPRI) di Amerika Serikat, kerugian yang disebabkan oleh terputusnya aliran daya, yang termasuk gangguan kualitas daya, dapat mencapai $ 79 Milyar per tahun. Disimpulkan juga bahwa biaya akibat gangguan sesaat pada daya listrik yang disalurkan ternyata jauh lebih besar dari pada gangguan permanen (sustained interruption) seperti pemadaman. Namun demikian, gangguan tenaga listrik bukan hanya permasalahan dari sisi suplai, tetapi faktor alam seperti petir, banjir dsbnya dan konsumen (tergantung dari jenis bebannya) juga memberikan pengaruh terhadap kualitas tenaga. Penyebab dari gangguan kerdip tegangan 80% adalah karena faktor alam, seperti petir, pohon tumbang atau ranting yang mengenai jaringan distribusi dsbnya. Penyebab lainnya adalah karena terjadinya fault atau adanya beban-beban besar yang masuk ke jaringan.

    Selain itu pertumbuhan jumlah beban non-linear, seperti PC, inverter, ballast elektronik juga semakin meningkat, sehingga menyebabkan tingkat distorsi tegangan meningkat akibat dari arus harmonisa yang dihasilkan beban-beban non-linear tersebut. Distorsi tegangan listrik dapat menyebabkan peralatan listrik menjadi cepat panas, kerusakan pada capacitor, gangguan pada peralatan yang menggunakan relay untuk switching dsb. Contoh kasus lebih jauh, di Jepang antara tahun 1990-2000 terjadi lebih dari 826 kasus kecelakaan/kerusakan akibat harmonisa, yang sebagian besar berupa terbakarnya reaktor seri pada capacitor bank.

    Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kehandalan dan kualitas tenaga listrik, serta untuk mengantisipasi problem yang mungkin terjadi, perlu dilakukan pembahasan yang melibatkan berbagai stake holder, seperti pemerintah selaku regulator, penyedia tenaga listrik, konsumen dan pihak akademisi. Dalam workshop ini akan didisikusikan beberapa makalah yang akan dibawakan oleh :

    • Peneliti dan akademisi akan menyampaikan penelitian mengenai kualitas tenaga listrik
    • PT PLN, akan membahas upaya-upaya peningkatan keandalan dan kualitas tenaga listrik
    • Pihak industri, selaku konsumen akan menyampaikan problem-problem kualitas tenaga dan upaya mengatasinya.

    Posted by  Lebih lanjut   30-04-2013  12:12:12


    SEMINAR

    “PENINGKATAN KUALITAS DAYA MENUJU KELISTRIKAN YANG EFISIEN ”

    I. PENDAHULUAN

    Kebutuhan akan pasokan daya listrik yang berkualitas atau bermutu tinggi terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya kualitas kehidupan manusia. Walaupun masalah kualitas daya sudah lama dirasakan sejak ketenagalistrikan berkembang, ada beberapa alasan mengapa isu kualitas daya menjadi semakin penting dalam dua puluh tahun terakhir ini: (i) Semua peralatan industri dan bisnis dikendalikan dengan menggunakan komputer yang cenderung sensitif terhadap kualitas tegangan; (ii) Semakin banyaknya penggunaan peralatan berbasis elektronika daya untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi suatu produk atau proses; (iii) Semakin banyaknya penggunaan kapasitor untuk koreksi faktor-daya; (iv) Semua serba terintegrasi sehingga gangguan di salah satu komponen bisa mengganggu seluruh sistem; (v) Konsumen semakin sadar akan haknya untuk mendapatkan kualitas daya yang baik; (vi) Perusahaan listrik terus berusaha memperbaiki kualitas daya yang dihasilkannya; dan (vii) Kualitas daya bisa diukur. Hasil studi di banyak negara menunjukkan bahwa gangguan kualitas daya telah menyebabkan kerugian yang jumlahnya sangat besar, jauh lebih besar dari gangguan konvensional seperti halnya pemadaman. Gangguan kualitas daya yang terbukti banyak menimbulkan kerugian adalah kedip tegangan, pemutusan sesaat, flicker, harmonisa, dan ketidak-seimbangan. Kerugian akibat buruknya kualitas daya sering sekali baru disadari setelah merusak peralatan atau mengganggu sistem produksi.

    Perlu disadari bahwa masalah kualitas daya bukan hanya tanggungjawab perusahaan listrik (PLN). Gangguan kualitas daya bisa berasal dari sumber (jaringan listrik) dan juga bisa berasal dari konsumen itu sendiri. Luasnya jaringan listrik menyebabkan tidak mungkinnya dibuat suatu sistem yang sama sekali tidak pernah terganggu. Starting motor, trafo dan penggunaan peralatan berbasis elektronika daya di sisi konsumen juga bisa mengganggu kualitas daya. Akibatnya, masalah kualitas daya adalah masalah bersama yang harus diatasi bersama-sama. Perusahaan listrik, konsumen, produsen peralatan, dan negara harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pasokan daya listrik yang berkualitas baik.

    Kesadaran akan masalah bersama inilah yang mendorong dibentuknya Asia Power Quality Initiative, Chapter Indonesia (APQI INA). Organisasi ini melibatkan semua pihak dan membutuhkan dukungan dari semua pihak. PT. PLN (Persero) sebagai penyedia pasokan daya listrik, produsen peralatan listrik, konsumen, regulator, dan peneliti harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pasokan daya listrik yang berkualitas. Perlu ditekankan di sini bahwa kualitas tinggi tidak identik dengan biaya tinggi. Kita tidak pernah bisa menaikkan biaya dengan menaikkan kualitas. Tanpa adanya kerjasama yang baik dari semua pihak, masalah kualitas daya di Indonesia tidak mungkin bisa dipecahkan. Pada kesempatan yang baik ini, Badan Kejuruan Elektro - Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII), mengajak semua pihak bergabung dan mendukung kegiatan Asia Power Quality Initiative, Chapter Indonesia ini.

    II. TUJUAN & SASARAN

    Tujuan dari Seminar “Peningkatan Kualitas Daya Menuju Kelistrikan yang Efisien” ini adalah :

    1. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban dari para stakeholder di bidang ketenagalistrikan serta kendala-kendala yang dihadapinya dalam mendukung pengembangan industri ketenagalistrikan di Indonesia yang berkualitas dan efisien.
    2. Kegiatan ini diharapkan untuk mendapatkan sinergi yang optimal dari seluruh pihak yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan untuk mencapai kelistrikan yang berkualitas dan efisien.
    III. PESERTA

    Peserta Seminar “Peningkatan Kualitas Daya Menuju Kelistrikan yang Efisien ” ini adalah :

    1. Para pejabat pemerintah.
    2. Para pejabat perusahaan BUMN dan swasta.
    3. Dosen dan mahasiswa perguruan tinggi bidang ketenagalistrikan.
    4. Lembaga Penelitian.
    5. Pengurus Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan, Asosiasi Industri Peralatan Listrik, Asosiasi Rumah Sakit, Asosiasi Perhotelan, Asosiasi Kawasan Industri, Asosiasi Industri Baja, Asosiasi Industri Tekstil, Asosiasi Industri Otomotif, dll.
    6. Pengurus dan Anggota Persatuan Insiyur Indonesia (PII).

    Posted by  Lebih lanjut   31-05-2012  13:05:25


    Workshop IATI-BKE_PII, Audit Keamanan Teknologi Informasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa

    AUDIT KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEMANDIRIAN DAN DAYA SAING BANGSA

    I. PENDAHULUAN

    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sedemikian cepat sehingga akibat langsungnya dapat mempercepat atau memperlambat kemajuan bangsa, tergantung kepada keseriusan pemerintah dalam mengawasi pesatnya kemajuan ini. Dekade terakhir ini dapat disebut sebagai dekade perkembangan teknologi kreatif, yang salah satunya adalah berkat dukungan pemanfaatan teknologi informatika dan komunikasi dalam merancang dan memproduksi produk-produk teknologi kreatif. Peran masyarakat termasuk peran para auditor teknologi informasi yang tergabung di dalam IATI (Ikatan Auditor Teknologi Indonesia) sangatlah penting, untuk mengendalikan dan mengaudit perkembangan teknologi informasi agar dapat menciptakan “value” dari pengguna teknologi informasi.

    Sementara peran teknologi informasi dalam menciptakan kemandirian dan daya saing bangsa tidak diragukan lagi, tetapi patut diakui bahwa tidak semua orang di Indonesia sadar bahwa teknologi informasi dapat menciptakan “daya ungkit” (leverage) yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan kemajuan. Untuk itu, penciptaan kesadaran (awareness) akan pentingnya peran teknologi informasi, terutama bagi pejabat pemerintah dan swasta, sangatlah diperlukan. Penciptaan kesadaran itu dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui pelaksanaan workshop, pemaparan kecenderungan perkembangan teknologi di masa depan, ataupun diskusi kritis tentang apa yang harus dan perlu dilakukan serta apa yang seharusnya tidak dilakukan jika menyangkut teknologi informasi.

    Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat tidak hanya membantu menciptakan “value” bagi penggunanya, namun juga memberikan koridor keamanan bagi penggunanya. Sebaliknya, pemilihan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak tepat baik disadari ataupun tidak disadari, pada akhirnya akan merugikan bagi penggunanya. Lebih buruk lagi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak tepat akan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang tujuannya hanyalah mencari keuntungan financial semata, tanpa memperhatikan kemandirian dan daya saing bangsa.

    Kepentingan IATI terhadap teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya terbatas kepada spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak, namun juga termasuk pembahasan standar, kebijakan (policy) dan prosedur yang terdefinisikan dengan jelas agar teknologi informasi dan komunikasi dapat dikelola dan dikendalikan dengan baik, antara lain dengan penetapan pengendalian akses yang ketat sehingga hanya pihak yang berhak yang boleh mengakses informasi dengan kadar kerahasiaan tertentu. Di samping itu, juga meyakinkan bahwa tidak ada pihak yang tidak berhak yang dapat mengakses informasi yang didefinisikan sebagai “terbatas” itu. Pentingnya meninggalkan “jejak audit” terutama bagi pejabat publik juga sangatlah penting, untuk member tanda apakah sebuah informasi telah disadap dan dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

    Manakala pembahasan teknis tentang keamanan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting, namun yang lebih penting lagi adalah pembahasan gambaran besar (the bigger picture) dari pengaturan keamanan teknologi informasi dan komunikasi ini. Manakala pembahasan tentang masalah legalitas di pengaturan keamanan teknologi informasi dan komunikasi ini penting, namun yang lebih penting lagi adalah penciptaan kesadaran (awareness) bagi seluruh anggota masyarakat sehingga apabila memungkinkan dapat diciptakan “de facto standard” sehingga pengaturan keamanan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat dijalankan dengan kesadaran sendiri, menggunakan kerangka (framework) yang disepakati bersama, diaudit sendiri, dan dijamin sendiri bahwa keamanan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi telah sesuai dengan praktek terbaik (the best practice) yang ada di negara-negara maju.

    Dengan penyelenggaraan workshop tentang keamanan teknologi informasi dan komunikasi ini diharapkan dapat diungkap beberapa fakta-fakta penting tentang praktek pengaturan keamanan teknologi informasi dan komunikasi di negara-negara lainnya, yang tidak hanya dikendalikan oleh aturan hukum (legality) yang ada. Kemungkinan pengadopsian kebijakan-kebijakan pengaturan keamanan teknologi informasi dan komunikasi dari negara lain untuk Indonesia juga diharapkan akan dibahas dengan porsi yang cukup signifikan.

    Posted by  Lebih lanjut   01-04-2012  13:05:25