ELEKTRO INDONESIA                 Edisi ke Delapan, Juli 1997

ELEKTRONIKA

Dirjen Industri Aneka:

Pemerintah Akan Bentuk Electronic Super-site dan Bandung High Technology Valley Untuk mencapai target ekspor produk elektronika Indonesia pada 2006 sebesar US$ 40 milyar, Pemerintah akan membentuk Electronic Super-Site (Semacam Kawasan Industri Elektronika) dan Bandung High Technology Valley (lembaga pendidikan terpadu berbahasa Inggris di Bandung).

Hal itu disampaikan Dirjen Industri Aneka D. Soepardi HAR ketika memberi pengarahan pada Konvensi Nasional Sarjana Teknik Elektro, 6-7 Maret 1997 di Jakarta, yang kutipan makalahnya secara lengkap sebagai berikut.

Era Liberalisasi Perdagangan dan Keterbukaan

Dalam era liberalisasi perdagangan dan keterbukaan, negara-negara maju berlomba memenangkan kompetisi pasar dunia, sedangkan negara-negara berkembang masih banyak menghadapi permasalahan dan cenderung mengalami penyusutan kesempatan bermain bila tidak segera melakukan langkah-langkah terobosan.

Bagi negara maju dengan tingkat kemampuan spesialisasi yang mereka miliki akan mendatangkan manfaat besar dalam manuver-manuver industri baik dari segi teknologi maupun segi finansial, karena batasan-batasan yang ada selama ini sebagai perlindungan perdagangan antar bangsa semakin menipis, di mana pertukaran barang atau transaksi barang, jasa dan Sumber Daya Manusia dilakukan secara jauh lebih mudah. Sistem Quota mulai tidak relevan lagi, tarif bea masuk semakin meghilang dan monopoli mulai harus ditinggalkan. Keadaan semacam ini membuat persaingan antar negara akan berkembang semakin keras. Siapa yang mampu memasok produk secara lebih luas akan semakin unggul dalam persaingan tersebut.

Bagi negara-negara berkembang dalam keterbatasan kemampuannya baik dalam hal kesejahteraan, teknologi, manufakturing maupun sumber daya manusia dsb.nya sungguh kurang menguntungkan. Persaingan yang dihadapi sungguh berat apabila tidak mampu memperbaiki kualitas berbagai bidang. Industri Elektronika Dunia Pada periode 1990 s.d. 2000 laju pertumbuhan produksi industri elektronika dunia diperkirakan akan mencapai rata-rata 14% pertahun, dan pada tahun 2000 produksi industri elektronika dunia diperkirakan sebesar US $ 1.800 milyar. Dewasa ini pangsa pasar ekspor terbesar dunia adalah Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang dan Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Perkembangan Industri Elektronika di Indonesia

Sejak tahun1980-an industri elektronika indonesia di samping mempunyai misi subsitusi impor, juga diarahkan untuk orientasi ekspor. Untuk itu beberapa kebijakan penting telah dikeluarkan antara lain pembebasan Bea Masuk Impor komponen tertentu, penyederhanaan ketentuan investasi (PP no 2O/1994), pemberian fasilitas EPTE/KB dan PET, fasilitas draw back Bapeksta, fasilitas perpajakan, untuk R&D dan pengembangan SDM, serta pemberian insentif perpajakan untuk industri pionir. Sebagian besar kebijakan tersebut telah mendorong peningkatan daya saing produk elektronika yang ditandai dengan peningkatan ekspor secara terus menerus sejak tahun 1990. Ekspor elektronika meningkat (dari USD 1,99 milyar pada tahun l995 (Jan-Okt) menjadi USD 2,65 milyar tahun 1996 (Jan-Okt) atau meningkat 33,14%. Pencapaian nilai ekspor elektronika tersebut menduduki urutan ketiga setelah ekspor Tekstil dan Kayu Olahan dengan demikian peranan ekspor produk elektronika terhadap total ekspor hasil industri periode Jan-Okt 1996 sebesar 10,07%.

Target Ekspor Elektronika

Ekspor elektronika pada akhir Repelita VI (94-99) ditargetkan mencapai nilai USD 6,5 milyar, dan pada tahun 2006 atau 10 tahun mendatang ditargetkan USD 40 milyar (angka ini didapat dari hasil studi Mc Kinsey Co.) dengan memperhatikan posisi industri saat ini, kecenderungan global serta kondisi negara pesaing kita. Target Repelita Vl tersebut di atas diperkirakan akan tercapai karena adanya investasi tahun 1994 - l996 sudah akan berproduksi dan ekspor di tahun 1997 dan seterusnya. Sedangkan bagi target ekspor tahun 2006, perlu diupayakan tambahan investasi di sektor elektronika minimal USD 8 milyar atau rata-rata dibutuhkan tambahan investasi USD 800 juta pertahun mulai tahun 1997.

Peluang dan Tantangan

Negara Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan industri, yang berpenduduk 200 juta jiwa ranking ke empat dunia, suatu populasi tersebut merupakan pangsa pasar yang baik sekali bagi produk industri elektronika, dengan pertumbuhan ekonomi per tahun sekitar 7%. Menurut studi World Bank diperkirakan 3 Juta rumah tangga di Indonesia mempunyai penghasilan lebih besar dari US$ 25.000 per tahun dan akan mencapai 2 kali lipat pada tahun 2006 nanti. Dengan kondisi tersebut, Indonesia berpeluang akan menjadi pusat perbelanjaan di kawasan Regional ASEAN.

Begitu pula dengan akan direalisasikannya pasar AFTA dan APEC pada tahun 2003 dan 2010 nanti merupakan peluang dan tantangan bagi industri dalam negeri, di antaranya :

Langkah-langkah

Pemikiran-pemikiran awal telah berkembang dan untuk itu diperlukan masukan dari semua pihak guna penyempurnaannya. Pemikiran-pemikiran tersebut sebagaimana diuraikan di bawah ini dimaksudkan untuk mendukung pencapaian sasaran ekspor USD 40 milyar akhir 2006, diperlukan dukungan langkah kebijakan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang sebagai berikut.

Jangka Pendek

Pembentukan Indonesia Electronic Development Corporation (IEDC), suatu badan usaha di bidang pelayanan/jasa yang berorientasi pasar, yang menawarkan Indonesia sebagai lokasi strategis untuk investasi perusahaan elektronika papan atas. Badan tersebut dimiliki bersama oleh Pemerintah, 2-3 investor strategis ( dalam negeri maupun luar negeri), serta 7-3 Konglomerat Indonesia. Badan tersebut memiliki serta mengoperasikan program-program jangka panjang menengah/panjang yaitu Electronic Super-Site; Bandung High Technology Valley, serta sebagian dari program pemberdayaan/pengembangan badan komersial pemerintah. Pemberdayaan/pengembangan badan komersial pemerintah tersebut untuk meningkatkan proses alih teknologi dan informasi pasar serta pelatihan teknis bagi pekerja tingkat menengah ke bawah. Badan ini dibiayai 50% dana pemerintah dan 50% dana swasta maupun institusi riset serta sumber-sumber dana lainnya dari dalam dan luar negeri.

Jangka Menengah / Panjang

Pembentukan beberapa Electronic Super-Site suatu are manufacturing dengan kelengkapan infrastruktur, dihuni oleh kurang lebih 10 produsen kelas dunia, 10 perusahaan Indonesia, serta 30 lane Electronic Super Highway, yang ada pada prinsipnya menyederhanakan prosedur serta mempercepat pelayanan yang berkaitan dengan masalah transportasi, tenaga kerja dan pengurusan dokumen. Pembentukan Bandung High Technology Valley, suatu lembaga pendidikan terpadu berbahasa Inggris berlokasi di Bandung, merupakan kerja sama antara ITB dengan beberapa Universitas terkemuka di luar negeri, serta didukung oleh area industri elektronika berteknologi tinggi. Lembaga pendidikan ini didanai bersama oleh institusi dan perusahaan yang terlibat.

Sekali lagi kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari para sarjana elektro. Masukan, atau saran-saran untuk penyempurnaan konsep-konsep tersebut sangat berharga dan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan efektif agar industri elektronika Indonesia maju pesat pada era pertumbuhan baru elektronika.

SDM

Dalam mengantisipasi target tersebut agar mampu bertahan dalam perdagangan bebas perlu diperbanyak Sumber Daya Manusia yang mempunyai ketrampilan serta spesialisasi. Sebagaimana diketahui bahwa industri elektronika termasuk industri dengan tingkat perubahan teknologi yang sangat cepat. Tanpa SDM berkualitas kita akan tertinggal dari negara lain.

Pemerintah akan terus melanjutkan langkah-langkah deregulasi dan debirokratisasi untuk membuat ekonomi nasional semakin efisien dan kompetitif. Di lain pihak Pabrikan (produsen) diharapkan untuk terus meningkatkan daya saingnya guna memenangkan persaingan global dalam meningkatkan ekspor.

[Sajian Utama] [Sajian Khusus] [Profil Elektro]

[KOMPUTER] [KOMUNIKASI] [KENDALI] [ENERGI] [INSTRUMENTASI] [PII NEWS]


Please send comments, suggestions, and criticisms about ELEKTRO INDONESIA.
Click here to send me email.

[Edisi Sebelumnya]
© 1997 ELEKTRO ONLINE and INDOSAT NET.
All Rights Reserved.