BERITA KEGIATAN
 

SEMINAR

Peluang dan Tantangan Dalam Pembangunan Industri Ketenagalistrikan & Telekomunikasi
14 Agustus 2008  
Gedung BPPT Jl. MH Thamrin No. 8 Jakarta 10340

I. LATAR BELAKANG:

Badan Kejuruan Elektro Persatuan Insinyur Indonesia (BKE-PII) telah melaksanakan Sertifikasi terhadap sarjana teknik elektro sejak tahun 1996 dan sampai Juni 2008 telah disertifikasi 1.000 orang Sarjana Teknik Elektro. Saat ini Sertifikasi Insinyur Profesional dari PII telah mendapat akreditasi dari Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Nasional. Untuk lebih mengenalkan Sertifikasi Insinyur Profesional PII, maka BKE-PII akan mengadakan Pelantikan Insinyur Profesional Teknik Elektro pada tanggal 14 Agustus 2008.

Selain Pelantikan Insinyur Profesional Teknik Elektro, dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional BKE-PII dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) pada hari yang sama juga akan mengadakan Seminar tentang Peluang dan Tantangan Dalam Pembangunan Industri Ketenagalistrikan & Telekomunikasi.

BIDANG KETENAGALISTRIKAN

Untuk mengatasi potensi krisis tenaga listrik karena kenaikan drastis harga bahan bakar minyak yang masih memasok 30% kebutuhan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia, Pemerintah telah mencanangkan kebijakan program prioritas (crash program) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar batubara sebesar 10.000 MW untuk Sistem Jawa-Bali-Madura (Jamali) dan Luar Jamali.

Dalam upaya mensukseskan Kebijakan Energi Nasional yang bertujuan untuk mengarahkan upaya-upaya mewujudkan keamanan pasokan energi dalam negeri dengan sasaran terwujudnya energy mix yang optimal yaitu peranan masing-masing jenis energi terhadap konsumsi energi nasional, yaitu : minyak bumi menjadi kurang dari 20%, batubara menjadi lebih dari 33%, bahan bakar gas menjadi lebih dari 30%, bahan bakar nabati (biofuel) menjadi lebih dari 5%, panas bumi menjadi lebih dari 5%, energi baru dan energi terbarukan lainnya, khususnya biomasa, nuklir, tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin menjadi lebih dari 5% dan batubara yang dicairkan menjadi lebih dari 2%.

Dalam upaya mensukseskan rencana tersebut, Pemerintah mencanangkan kebijakan program prioritas (crash program) pasca Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW Tahap I, maka perlu kiranya dikaji permasalahan dan hambatan-hambatan yang mungkin dapat mempengaruhi pelaksanaan pembangunan proyek seperti, antara lain, namun tidak terbatas pada:

* PLN sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) sedang mengalami krisis daya, yang dapat berakibat turunnya kepercayaan dunia usaha.
* Ketersediaan dan kemampuan menarik sumber pendanaan proyek dari luar maupun dalam negeri – daya tarik bagi dan ekspektasi investor.
* Kesiapan di sektor energi primer, terutama panas bumi, tenaga air, biomasa, nuklir, tenaga surya, dan tenaga angin.
* Pedoman baku untuk BUMN dalam memilih mitra usaha yang tepat dan mampu bersinergi untuk mendorong kegiatan usaha dengan pola kemitraan
* Harga listrik, harga energi – khususnya untuk kebutuhan domestik, dan tarif dasar listrik regional dan hal-hal lain yang terkait.
Mengingat masih banyaknya isu-isu yang perlu di klarifikasi, maka BKE-PII dan MKI berusaha untuk memfasilitasi pertemuan diantara para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk membahas dan memberikan masukan kepada pihak-pihak terkait agar rencana pasca pembangunan 10.000 MW Tahap I dapat berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan-perundangan yang berlaku sehingga crash program ini benar-benar dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak seperti yang diharapkan, secara berkelanjutan.

BIDANG TELEKOMUNIKASI

Dalam waktu dekat ini Pemerintah akan melakukan tender WiMAX pada kuartal ke-IV 2008, yang diiringi dengan mengeluarkan tiga regulasi soal WiMAX yaitu mengenai alokasi spektrum, standardisasi dan bisnis model. Di sisi lain Pemerintah menunggu kesiapan para pelaku industri telekomunikasi di Tanah Air dalam melakukan percepatan penyediaan perangkat WiMAX. Pada prinsipnya regulasi yang akan diterbitkan memang untuk mendorong kemajuan industri telekomunikasi di dalam negeri sendiri.

Sehubungan dengan program Pemerintah tersebut, maka seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang teknologi WiMAX, aplikasi WiMAX, regulasi terkini dan peluang bisnis baik bagi operator, vendor, masyarakat serta industri dalam negeri.

Dengan demikian diharapkan diskusi yang muncul pada seminar tanggal 14 Agustus 2008 terutama yang menyangkut sektor kebijakan/peraturan, industri dan keuangan, dapat diperoleh jawaban atau masukan, sehingga pengembangan industri ketenagalistrikan dan telekomunikasi dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

II. TUJUAN:

1 Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban dari para stakeholder di bidang ketenagalistrikan dan telekomunikasi serta kendala-kendala yang dihadapinya dalam mendukung pengembangan industri ketenagalistrikan dan telekomunikasi di Indonesia.
2 Kegiatan ini diharapkan untuk mendapatkan sinergi yang optimal dari seluruh pihak yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan dan telekomunikasi.
3 Dalam Bidang Ketenagalistrikan :
  • Dapat memberi kejelasan atas peluang-peluang usaha yang terkait dengan crash program pasca pembangunan 10.000 MW Tahap I dari Pemerintah,
  • Mengetahui kebijakan dan peraturan yang akan diberlakukan sehingga dapat memberi kepastian hukum dan jaminan atas investasi,
  • Memantau sinyal-sinyal positif atas peluang usaha tersebut, dan tergerak untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan crash program tersebut.
4 Dalam Bidang Telekomunikasi :
Memberikan pemahaman tentang teknologi WiMAX, aplikasi WiMAX, regulasi terkini dan peluang bisnis baik bagi operator, vendor, masyarakat serta industri dalam negeri.

III. PROGRAM SEMINAR

Seminar Ketenagalistrikan dan Telekomunikasi akan diselenggarakan di :
Auditorium BPPT, Jalan MH. Thamrin No.8 Jakarta 10340

Acara adalah sebagai berikut:
1 SERAH TERIMA DAN PELANTIKAN:
  • SERAH TERIMA DEWAN PIMPINAN PUSAT MKI
  • PELANTIKAN INSINYUR PROFESIONAL TEKNIK ELEKTRO
    : 14 Agustus 2008
    Pukul 09.00 – 10.30
2 SEMINAR : 14 Agustus 2008
Pukul 11.00 – 14.30

Seminar setengah hari dengan tema “Peluang dan Tantangan Dalam Pembangunan Industri Ketenagalistrikan dan Telekomunikasi" dimaksudkan untuk mendapat jawaban dari para stakeholder di bidang ketenagalistrikan dan telekomunikasi dan juga kendala yang dihadapinya dalam mendukung pembangunan dan pengembangan industri ketenagalistrikan dan telekomunikasi di Indonesia. Seminar tersebut dibagi dalam dua sesi paralel, Sesi A membahas bidang ketenagalistrikan dan Sesi B membahas bidang telekomunikasi.

Diharapkan Seminar tersebut dihadiri oleh lebih kurang 300 pelaku usaha dan profesional dari berbagai bidang. Pembicara Seminar terpilih diantara para pakar, pengambil keputusan dan pelaku bisnis baik sektor industri, jasa dan keuangan.

IV. PESERTA

1 Investor dan perbankan pada sektor ketenagalistrikan dan telekomunikasi.
2 Pemerintah (Departemen ESDM, Departemen Kominfo, Departemen Perindustrian, Bappenas, Kementerian Ristek, Kementerian BUMN, Departemen Keuangan dll) dan pemerintah daerah.
3 Pelaku dunia usaha ketenagalistrikan dan telekomunikasi baik yang bergerak pada industri produk maupun jasa.
4 Lembaga Penelitian (BPPT, Perguruan tinggi, dll).
5 Anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
6 Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia.
7 Masyarakat Telematika Indonesia.

V. SUSUNAN ACARA

a. PEMBUKAAN & PELANTIKAN
08.00 – 09.00 : Registrasi
09.00 – 09.20 : Pembukaan dan Peresmian
- Sambutan Ketua Umum BKE-PII / MKI
- Sambutan Ketua Umum PII
09.20 – 09.30 : Serah Terima Dewan Pimpinan Pusat MKI
09.30 – 10.00 : Pelantikan Insinyur Profesional Teknik Elektro oleh Menristek – Dr. Kusmayanto Kadiman sekaligus Pembicara Kunci “Sistem Inovasi Nasional dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Ketenagalistrikan”
10.00 – 10.20 : Pembicara Kunci :
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral – Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc “Kebijakan dan Perencanaan Pembangunan Pembangkit Pasca Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW Tahap I Dalam Kaitan Dengan Kebijakan Energi Nasional”
10.20 – 11.00 : Rehat Kopi
SESI A : KETENAGALISTRIKAN
Sub Tema : ”Upaya Memenuhi Kebutuhan Listrik di Indonesia Pasca Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW Tahap I”
11.00 ¬– 11.20 : Pembicara I :
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM – Ir. J. Purwono, M.Sc
Topik : Pengembangan Iklim Investasi yang Kondusif Untuk Meningkatkan Peranserta Swasta Dalam Pembangunan Ketenagalistrikan.
11.20 – 11.40 : Pembicara II :
Ir. Roes Aryawijaya, MSc : Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Kementerian Negara BUMN
Topik : Pola Kepemilikan Pembangkit Listrik Pasca Pembangunan 10.000 MW Tahap I.
11.40 – 12.00 : Pembicara III :
Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral, dan Kehutanan Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian – Dr. Ir. Wimpy S. Tjetjep
Topik : Kebijakan Pemerintah di Sektor Lingkungan & Kehutanan Dalam Mendukung Pembangunan Ketenagalistrikan.
12.00 – 12.20 : Pembicara IV :
Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN (Persero) –Ir. Bambang Praptono, MM, IPM
Topik : Revisi Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2008 – 2018
12.20 – 12.40 : Pembicara V :
Dirut Bank BNI – Gatot Mudiantoro Suwondo
Topik : Kesiapan Perbankan Nasional Dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Pasca Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW Tahap I.
12.40 – 13.30 : Tanya Jawab
Moderator : Ir. Ali Herman Ibrahim, MM
13.30 – 14.30 : Ishoma
SESI B : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Sub Tema : ” Prospek dan Tantangan Pembangunan Industri Telekomunikasi berbasis Teknologi WiMAX”
11.00 ¬– 11.20 : Pembicara I :
Dirjen Postel – Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA
Topik : Kebijakan Penerapan WiMAX sebagai Momentum Untuk Membangun Industri TIK Nasional
11.20 – 11.40 : Pembicara II :
Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian – Dr.Ir. Budi Darmadi, M.Sc
Topik : Kebijakan Untuk Mengembangkan Industri TIK Nasional : Kasus WiMAX
11.40 – 12.00 : Pembicara III :
Direktur NWS PT TELKOM – Ermady Dahlan
Topik : Implementasi WiMAX
12.00 – 12.20 : Pembicara IV :
Dirut PT INTI – Abdul Aziz
Topik : Peran Industri Nasional Dalam Pembangunan Perangkat Pendukung WiMAX
12.20 – 12.40 : Pembicara V :
Direktur PT Hariff DTE – Atmadji Wiseso
Topik : Potensi Industri WiMAX
12.40 – 13.30 : Tanya Jawab
Moderator : Wakil Ketua Tim Pelaksana DeTIKNas - Kemal Stamboel
13.30 – 14.30 : Ishoma

Posted by anto    31-07-2008  08:20:01