Tahun I, Nomor Perdana, Januari 1999 

Komputer Kluster Terbesar di Dunia

Home 
Halaman Muka 
 
Mengakses Aplikasi Windows pada Linux untuk Pemula 

Apakah Benar Linux itu Gratis? 

Pemanfaatan Linux di Dunia Kerja 

Berita dan Organisasi 

Cara Menjadi anggota KPLI-Jakarta

Super komputer adalah salah satu jenis komputer yang digunakan untuk melakukan perhitungan berat seperti simulasi masalah fisika dan rancang bangun. Harga super komputer sangat mahal sekali dan sulit terjangkau oleh masyarakat umum. Tetapi anggapan itu kini tidak berlaku lagi. Kemampuan setara dengan super komputer telah dapat dicapai dengan memanfaatkan komputer personal yang saling terhubung dalam suatu jaringan dan membentuk suatu sistem komputer kluster. Sudah barang tentu dengan dukungan sistem operasi dan perangkat lunak yang tepat. 

GNU/Linux sebagai sistem operasi yang bersifat Open Source (gratis tak perlu membayar lisensi kepada salah satu perusahaan) memiliki kemampuan sebagai sistem operasi untuk melaksanakan berbagai tugas dari tugas personal seperti aplikasi perkantoran dan bisnis. Juga untuk aplikasi jaringan hingga tugas yang tergolong berat yang setara dengan tugas yang biasa ditangani oleh sebuah Super Computer. Pada tanggal 5/6 Desember 1998 dari jam 11:30 malam hingga 6:15 dini hari dalam acara The WDR ComputerNacht, ditunjukkan kemampuan GNU/Linux untuk pekerjaan tersebut. Sekitar 520 komputer yang memanfaatkan sistem operasi GNU/Linux dengan distribusi Debian, dihubungkan melalui jaringan 100 MBit Ethernet membentuk suatu sistem komputer kluster. 

Acara ini merupakan siaran langsung di TV yang digelar oleh stasiun WDR dan berlokasi di Museum Komputer Heinz Nixdorf MuseumForum (HNF) di kota Paderborn Jerman. Dalam siaran ini diulas teknologi dan trend komputer terbaru. Penyusunan komputer kluster dengan GNU/Linux ini dimotori oleh Linux magazine serta bekerja sama dengan Linux User Group di Jerman, Swiss, Austria dan Belanda. Salah satu tujuannya adalah memecahkan rekord sebagai komputer kluster terbesar di dunia yang pernah disusun. 

Komputer kluster ini menjalankan perangkat lunak aplikasi ilmiah CACTUS yang melakukan perhitungan simulasi permasalahan N-Body. Permasalahan ini berasal dari Teori Relativitas Umum yang dicetuskan oleh Albert Einstein. Aplikasi ini umumnya lazimnya dikerjakan dengan menggunakan perangkat super komputer. Selain itu perangkat komputer kluster ini juga melakukan tugas rendering (pembuatan gambar untuk keperluan animasi) untuk suatu sekuens film animasi. Dengan memanfaatkan aplikasi POVRAY yang dijalankan secara parallel melalui Parallel Virtual Machine (PVM). Aplikasi ini akan membuat 4 film animasi dan melakukan tugas rendering seperti yang dilakukan pada pembuatan film TITANIC. Hasil akhir dari pembuatan film animasi ini dalam format MPG yang dapat dilihat melalui Internet. 

Komputer kluster yag diberi nama kode CLOWN - CLuster of Working Nodes dibangun dengan 550 komputer personal yang memiliki prosesor Intel, AMD dan Alpha. Seluruh komputer diiinstal di salah satu ruangan milik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Paderborn yang bersebelahan dengan Heinz Nixdorf MuseumsForum tersebut. Komputer yang terpasang ini dipinjamkan para sponsor dan juga sekitar 300 komputer yamg merupakan milik para anggota Linux User Group (LUG) yang berpartisipasi pada acara tersebut. Anggota LUG ini datang dari seluruh Jerman, Belanda, Swis, dan Austria membawa peralatan komputer mereka untuk digunakan pada acara ini. Salah satu anggota Linux User Group Jakarta (KPLi Jakarta) juga turut berpartisipasi dalam acara ini. 

Vendor perangkat keras yang menyumbangkan komputer yang berprosesor INTEL dan Alpha antara lain Peacock, Siemens, Samsung, Quant-K, SEH GmbH, LANnetixx dan Maxdata yang juga menyediakan, fibre channel Vortex. Sedangkan vendor Hewlett Packard (HP) menyediakan teknologi jaringan, switching dan manajemen jaringan. Juga vendor Packet Engine menyumbangkan G-NIC Gigabit ethernet digunakan sebagai backbone. Beberapa sponsor lainnya menyediakan sarana pendukung acara ini. Seperti beberapa penerbit buku dan majalah, Heise-Verlag, F Software, Jörg Fehlmann, Liebscher & Partner Werbeagentur, Vereinigte Verlagsanstalten Gmb, LinuxLand International, Carl Hanser Verlag, delix Computer GmbH, Arthur Andersen, The Aerrzte-Seite, FMS Computer & Kommunikationssysteme, syskoplan GmbH,IMAGO VIVA. 

Persiapan acara ini tergolong singkat, dimulai pada awal Oktober total membutuhkan tidak lebih dari 2 bulan. Sebagian besar persiapan dan koordinasi melalui sarana mailing list. Hal ini disebabkan pendukung acara ini tersebar di seluruh Jerman, Austria, Belanda. Termasuk juga para akademisi dari Universitas lain misal Universitas Rohstock, dan Konstanz. Pada acara tersebut GNU/Linux menunjukkan sebagai sistem operasi handal yang dapat diinstall dengan mudah pada beragam konfigurasi sistem komputer. Dan yang paling penting lagi memberikan solusi setara super komputer dengan harya yang sangat murah, sebab tidak dubutuhkan biaya lisensi untuk semua perangkat lunak yang digunakannya. q 

Dilaporkan oleh : 
I Made Wiryana (staf Universitas Gunadarma yang sedang melanjutkan studi doktoral di Universitas Bielefeld - Jerman)



| Mengakses Aplikasi Windows pada Linux untuk Pemula | Apakah Benar Linux itu Gratis? | Pemanfaatan Linux di Dunia Kerja | Berita dan Organisasi | Cara Menjadi anggota KPLI-Jakarta |
Email : kplidki@jakarta.linux.or.id

| Home | Halaman Muka |  
 © 1999 LINUX Indonesia KPLi-Jakarta
All Rights Reserved.